Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

FR TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) CPNS 2020

Mungkin banyak teman teman sekalian yang bingung apa itu arti dari FR, dan mungkin beberapa dari kalian baru pertama kali mendengarkan kata FR ini. Sebelum saya membagikan FR Tes Wawasan Kebangsaan CPNS 2020, saya akan memberitahu kepada kalian terlebih dahulu apa maksud dari FR ini, Ya FR ini kepanjangan dari Feed Report.

Feed ini jika diartikan dalam bahasa indonesia yaitu deretan konten. Contohnya, feed dapat berupa editorial (misalnya, daftar artikel atau berita) atau listingan (misalnya, daftar produk, layanan, dll.) Feed dapat muncul di mana saja di halaman.

Beberapa contoh feed mencakup:
Feed utama di halaman beranda (misalnya, feed berita)
Feed utama di halaman hasil produk atau layanan
Feed horizontal di halaman
Feed yang hanya berisi teks

Yang ke dua yaitu Report
Report dalam bahasa indonesia yaitu Laporan

Jadi jika disimpulkan Feed Report adalah Sebuah Laporan berupa daftar baik artikel, berita, ataupun listingan berisi teks.
Itu menurut saya ya teman. Jika kalian punya pengertian lain. Dapat memberikan pendapat atau komentar dikolom komentar yang telah disediakan.

TES WAWASAN KEBANGSAAN
Ok sampai disitu.
Disini saya akan membagikan feed report Tes Wawasan Kebangsaan dari teman teman yang sudah mengikuti ujian SKD CPNS 2020. FR ini hanya merupakan gambaran saja ya teman. Karena kita tidak tahu betul soal yang mana yang akan kita hadapi nanti. Pihak BKN sendiri sudah menyiapkan 8000 lebih soal yang diacak untuk nanti diujikan kepada peserta SKD CPNS 2020.
Berikut adalah FR Tes Wawasan Kebangsaan CPNS 2020 dari teman-teman yang sudah mengikuti SKD

1. Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai wacana masa jabatan presiden hingga tiga periode tidaklah tepat. Lucius mengatakan wacana tersebut berbahaya bagi demokrasi di Indonesia. Lucius menuturkan sebagai sebuah sistem, wacana masa kepemimpinan presiden tiga periode dinilai bisa menghambat regenerasi. Pihaknya mengatakan, seharusnya sistem yang ada saat ini diperkuat. "Sebagai sebuah sistem, demokrasi menjamin regenerasi dan kesinambungan pemimpin termasuk Presiden”. Wacana di atas kaitannya dengan demokrasi sangat erat dengan Pancasila. Demokrasi terbentuk karena konsistensi sebuah sistem yg kuat.
Maka idealnya sebuah sistem yg kuat dan kokoh mencerminkan......
A. Sila ke 2
B. Sila ke 3
C. Sila ke 4
D. Sila ke 5
E. Sistem yg sesuai jaman

Jawab :
Ada 2 sudut pandang :
1) Sila ke-3 : Berpendapat dari kata kunci sistem yg kuat berarti menandakan persatuan Indonesia.
2) Sila ke-4 : Berpendapat bahwa demokrasi dengan sistem yg kuat terbentuk dari hasil musyawarah mufakat yg sempurna.

Demokrasi berhubungan dengan sila ke 4 Pancasila :
1) Religion
2) Humanity
3) Nasionalism
4) Democracy
5) Justice

2. Sila keberapa yang sesuai dengan masalah di bawah ini:
1) Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial merupakan pengamalan Pancasila khususnya sila ke ?
Jawab : Sila 3

2) Menghilangkan politik dinasti merupakan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila , khususnya sila ke?
Jawab : Sila 4

3) Memakai perhiasan berlebihan dan barang mewah merupakan pelanggaran terhadap sila ke ?
Jawab : Sila 5

4) Dinda suka memilih milih teman dalam bergaul. Sikap Dinda sangat menyimpang dengan nilai nilai Pancasila , sila ke ?
Jawab : Sila 2

5) Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia. Pernyataan tersebut merupakan contoh pengamalan sila ke ?
Jawab : Sila 2

6) Membantu korban bencana alam, adalah pengamalan sila ke? Jawab : Sila 2

7) Melakukan pembajakan baik karya tulis maupun karya seni berupa gambar atau musik milik orang lain merupakan pelanggaran terhadap sila ke?
Jawab : Sila 5

8) Membangun pabrik yang mana limbah dari pabrik tersebut justru merusak lingkungan masyarakat sekitar merupakan pelanggaran sila ke ?
Jawab : Sila 5

9) Ardi mendaftar untuk menjadi salah satu relawan PBB yang siap dikirim keluar negeri untuk misi bantuan kesehatan daerah terdampak konflik. Sikap Ardi merupakan pengamalan sila ke?
Jawab : Sila 3

10) Memakai baju batik dan ikut menyaksikan acara pelestarian budaya pada kegiatan 17 Agustusan merupakan pengamalan sila ke?
Jawab : Sila 3

11) Ikut gotong royong dalam membantu proses pembangunan sarana tempat ibadah agama lain merupakan wujud pengamalan sila Pancasila khususnya sila ke?
Jawab : Sila 3

12) Menghormati hak orang lain merupakan contoh pengamalan sila ke ?
Jawab : Sila 5

13) Melindungi segenap tanah air dan bangsa Indonesia merupakan kewajiban negara yang berkenaan dengan pengamalan nilai Pancasila, khususnya sila ke?
Jawab : Sila 3

14) Pemberian hari libur nasional pada saat hari raya keagamaan adalah salah satu perwujudan sila dalam Pancasila , khususnya sila ke?
Jawab : Sila 1

15) Membela kebenaran merupakan sikap positif yang sesuai Pancasila , sila ke?
Jawab : Sila 2

16) Rian ikut pemilihan ketua OSIS bersama Tika dan Laras. Hasil pemilihan ketua OSIS menempatkan Laras sebagai pemenang dan berselisih 5 suara saja dengan Rian. Rian tidak terima dengan hasil tersebut dan menuding pihak Laras telah melakukan kecurangan. Padahal kenyataannya pemilihan berjalan adil, hanya karena gengsi dikalahkan oleh seorang wanita yang membuatnya tidak menerima keputusan. Sikap Rian bertentangan dengan Pancasila khususnya sila ke?
Jawab : Sila 4

17) Rapat RW dalam rangka pembagian jadwal ronda malam telah selesai dilakukan dan semua warga yang hadir menyetujui hasil rapat. Pak Beni kebagian jadwal Ronda pada Senin malam. Namun pada Senin malam tersebut Pak Beni tidak ikut ronda dengan alasan ingin pindah sift ronda menjadi Kamis malam. Sikap Pak Beni yang tidak menghargai hasil rapat RW tersebut merupakan pelanggaran Pancasila khususnya sila ke ?
Jawab : Sila 4

18) Berkendara melawan arah dan tidak dilengkapi dengan surat kendaraan merupakan pelanggaran terhadap sila Pancasila, khususnya sila ke?
Jawab : sila 5

19) Ikut menjadi kelompok separatis merupakan tindakan pelanggaran Pancasila khususnya sila ke?
Jawab : sila 3

20) Dalam seleksi CPNS 2019 Bunga ditawari bantuan oleh seorang yang mengaku bisa membuat Bunga lulus menjadi CPNS dengan memberikan sejumlah uang. Bunga tertarik dan memberikan uang tersebut sebagai imbalan atas niat orang tersebut meluluskan Bunga menjadi CPNS . Sikap Bunga merupakan pelanggaran terhadap Pancasila , khususnya sila ke?
Jawab : sila 5

3. Peristiwa Malari di Senen
Peristiwa Malari (Malapetaka Limabelas Januari) adalah peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial yang terjadi pada 15 Januari 1974.
Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Karena dijaga ketat, rombongan mahasiswa tidak berhasil menerobos masuk pangkalan udara. Tanggal 17 Januari 1974 pukul 08.00, PM Jepang itu berangkat dari Istana tidak dengan mobil, tetapi diantar Presiden Soeharto dengan helikopter dari Bina Graha ke pangkalan udara.

Kedatangan Ketua Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI), Jan P. Pronk dijadikan momentum untuk demonstrasi antimodal asing. Klimaksnya, kedatangan PM Jepang, Januari 1974, disertai demonstrasi dan kerusuhan.
Usai terjadi demonstrasi yang disertai kerusuhan, pembakaran, dan penjarahan, Jakarta berasap. Soeharto memberhentikan Soemitro sebagai Panglima Kopkamtib, langsung mengambil alih jabatan itu. Jabatan Asisten Pribadi Presiden dibubarkan. Kepala Bakin, Sutopo Juwono digantikan oleh Yoga Soegomo.

4. Perjanjian Renville
Perjanjian Renville adalah perjanjian antara Indonesia dengan Belanda yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 di atas geladak kapal perang Amerika Serikat sebagai tempat netral USS Renville, yang berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perundingan dimulai pada tanggal 8 Desember 1947 dan ditengahi oleh Komisi Tiga Negara (KTN), Committee of Good Offices for Indonesia, yang terdiri dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia. Perjanjian ini diadakan untuk menyelesaikan perselisihan atas Perjanjian Linggarjati tahun 1946. Perjanjian ini berisi batas antara wilayah Indonesia dengan Belanda yang disebut Garis Van Mook.

a. Latar Belakang
Pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan resolusi gencatan senjata antara Belanda dan Indonesia. Gubernur Jendral Van Mook dari Belanda memerintahkan gencatan senjata pada tanggal 5 Agustus. Pada 25 Agustus, Dewan Keamanan mengeluarkan resolusi yang diusulkan Amerika Serikat bahwa Dewan Keamanan akan menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda secara damai dengan membentuk Komisi Tiga Negara yang terdiri dari Belgia yang dipilih oleh Belanda, Australia yang dipilih oleh Indonesia, dan Amerika Serikat yang disetujui kedua belah pihak.

Pada 29 Agustus 1947, Belanda memproklamirkan garis Van Mook yang membatasi wilayah Indonesia dan Belanda. Republik Indonesia menjadi tinggal sepertiga Pulau Jawa dan kebanyakan pulau di Sumatra, tetapi Indonesia tidak mendapatwilayah utama penghasil makanan. Blokade oleh Belanda juga mencegah masuknya persenjataan, makanan dan pakaian menuju ke wilayah Indonesia.

b. Delegasi
Perjanjian diadakan di wilayah netral yaitu di atas kapal USS Renville milik Amerika Serikat dan dimulai tanggal 8 Desember 1947.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin Harahap, dan Johannes Leimena sebagai wakil. Delegasi Kerajaan Belanda dipimpin oleh Kolonel KNIL Abdulkadir Widjojoatmodjo. Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Frank Porter Graham.

c. Gencatan senjata
Pemerintah RI dan Belanda sebelumnya pada 17 Agustus 1947 sepakat untuk melakukan gencatan senjata hingga ditandatanganinya Persetujuan Renville, tetapi pertempuran terus terjadi antara tentara Belanda dengan berbagai laskar-laskar yang tidak termasuk TNI, dan sesekali unit pasukan TNI juga terlibat baku tembak dengan tentara Belanda, seperti yang terjadi antara Karawang dan Bekasi.

d. Pihak yang hadir pada perundingan Renville

  1. Delegasi Indonesia : di wakili oleh Amir syarifudin (ketua), Ali Sastroamijoyo, H. Agus Salim, Dr.J. Leimena, Dr. Coatik Len, dan Nasrun.
  2. Delegasi Belanda : di wakili oleh R.Abdul Kadir Wijoyoatmojo (ketua), Mr. H..A.L. Van Vredenburg, Dr.P.J. Koets, dan Mr.Dr.Chr.Soumokil.
  3. PBB sebagai mediator : di wakili oleh Frank Graham (ketua), Paul Van Zeeland, dan Richard Kirby.


5. Belanda berdaulat atas Indonesia sebelum Indonesia mengubah menjadi RIS (Republik Indonesia Serikat)

a. Isi perjanjian
Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian wilayah Republik Indonesia.
Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur.

b. Pasca perjanjian
Wilayah Indonesia di Pulau Jawa (warna merah) pasca perjanjan Renville. Sebagai hasil Persetujuan Renville, pihak Republik harus mengosongkan wilayah-wilayah yang dikuasai TNI, dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah. Divisi ini mendapatkan julukan Pasukan Hijrah oleh masyarakat Kota Yogyakarta yang menyambut kedatangan mereka.

Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. Setelah Soekarno dan Hatta ditangkap di Yogyakarta, S.M. Kartosuwiryo, yang menolak jabatan Menteri Muda Pertahanan dalam Kabinet Amir Syarifuddin, Menganggap Negara Indonesia telah Kalah dan Bubar, kemudian ia mendirikan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII). Akibat dari Perjanjian Renville itu pula, pasukan dari Resimen 40/Damarwulan, bersama batalyon di jajarannya, Batalyon Gerilya (BG) VIII Batalyon Gerilya (BG) IX, Batalyon Gerilya (BG) X, Depo Batalyon, EX. ALRI Pangkalan X serta Kesatuan Kelaskaran, dengan total pengikut sebanyak tidak kurang dari 5000 orang, juga Hijrah ke daerah Blitar dan sekitarnya.

Resimen 40/Damarwulan ini kemudian berubah menjadi Brigade III/Damarwulan, dan batalyonnya pun berubah menjadi Batalyon 25, Batalyon 26, Batalyon 27. Setelah keluarnya Surat Perintah Siasat No I, dari Panglima Besar Sudirman, yang mengharuskan semua pasukan hijrah pulang dan melanjutkan gerilya di daerah masing-masing, Pasukan Brigade III/Damarwulan, di bawah pimpinan Letkol Muhammad Sroedji ini, melaksanakan Wingate Action, dengan menempuh jarak kurang lebih 500 kilometer selama 51 hari.

6. Contoh Penerapan Pancasila
a. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Contoh Penerapan : Bila di negara ini terjadi suatu masalah kita harus fokus dalam menyelesaikan masalah tersebut demi kepentingan bersama ataupun untuk kepentingan negara, bukan malah memanfaatkannya demi kepentingan kelompok, golongan, ataupun pribadi.

b. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa jika dibutuhkan.
Contoh Penerapan : Turut serta berjuang dan membela indonesia jika negara ini terancam kenyamanan dan keamanannya.

c. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
Contoh Penerapan : Tidak membeda bedakan antara suku, ras dan agama satu serta lainnya, karena kita semua sama, yaitu warga Indonesia.

d. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan serta bertanah air Indonesia.
Contoh Penerapan : Menjaga sumber daya yang ada serta kelestarian bumi yang ada di Indonesia.

e. Menjunjung tinggi rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
Contoh Penerapan : Lebih memilah dan setia menggunakan produk hasil dalam negeri dibandingkan produk buatan dari luar.

f. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Contoh Penerapan : Menjunjung tinggi nilai persatuan bangsa dengan tidak memandang suku, ras serta agama.

g. Memelihara ketertiban dunia yang berasaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Contoh Penerapan : Turut serta kampanye didalam perdamaian dunia namun jika belum bisa, kita dapat mulai dari hal terkecil seperti mematuhi peraturan yang sudah disepakati di lingkungan kita.

7. Daftar butir-butir penghayatan dan pengamalan sila ke-1 sampai ke-5, lengkap dengan sikap amalannya dalam kehidupan sehari-hari.

7 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Sila Ke-1 (Pertama)

  1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
  3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
  5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
  6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
  7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

Contoh-contoh sikap Pengamalan Sila Ke-1 (Pertama) Pancasila :

  1. Meyakini adanya Tuhan yang Maha Esa
  2. Percaya dan taqwa Tuhan yang Maha Esa
  3. Menghormati agama orang lain
  4. Tidak mengganggu peribadatan orang lain yang berbeda agama
  5. Menjaga kerukunan antar umat beragama di lingkungan sosial masyarakat
  6. Menghormati kebebasan beragama terhadap orang lain
  7. Tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu
  8.  Menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang dianut
  9. Tidak mengganggu orang yang sedang beribadah 
  10. Tidak menghina ajaran agama orang lain 
  11. Menghargai perayaan hari-hari besar keagamaan
  12. Merayakan hari raya Idul Fitri bagi penganut agama Islam 
  13. Merayakan hari natal bagi penganut agama Nasrani 
  14. Tidak menyinggung perasaan orang yang berbeda agama
  15. Bekerjasama dalam menjaga kerukunan antar umat beragama 
  16. Tekun beribadah sesuai dengan agama yang dianut 
  17. Menciptakan suasana taat beribadah di dalam keluarga 
  18. Tidak malas dalam beribadah
  19. Tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama
  20. Mengajarkan ilmu agama kepada orang-orang yang seiman
  21. Tidak melakukan perbuatan yang merusak suasana kerukunan antar pemeluk agama di masyarakat
  22. Menghargai bahwa setiap agama memiliki cara beribadah yang berbeda
  23. Tidak menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk saling bermusuhan 
  24. Melakukan ibadah di Pura bagi pemeluk agama Hindu
  25. Melakukan ibadah di Vihara bagi pemeluk agama Budha 
  26. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan ajaran agama 
  27. Rajin beribadah dan menghindari perbuatan tercela
  28. Bersatu dan bekerjasama dengan untuk menciptakan suasana kehidupan beragama yang harmonis
  29. Berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa 
  30. Menuntut ilmu agama

Pengamalan sila ke-2 Pancasila

  • Contoh pengamalan di lingkungan keluarga:


  1. Saling menyayangi antar sesama anggota keluarga
  2. Membantu pekerjaan rumah
  3. Menghormati kedua orang tua
  4. Mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada asik
  5. Saling tolong menolong jia kesusahan
  6. Saling menjaga satu sama lain
  7. Tidak saling mengejek antara sesama keluarga


  •  Contoh pengamalan di lingkungan sekolah:


  1. Saling menyayangi teman
  2. Hormat kepada guru
  3. Tidak boleh bertindak seenaknya kepada semua anggota warga sekolah
  4. Saling tolong menolong antar teman
  5. Meminjami peralatan sekolah kepada teman jika salah satu tidak membawa


  • Contoh pengamalan di lingkungan masyarakat:


  1. Saling tolong menolong antar sesama tetangga jika ada yang kesusahan
  2. Bergotong royong
  3. Saling menyapa ketika bertemu tetangga
  4. Saling memberikan bantuan kepada tetangga jika mengalami kesusahan
  5. Memberikan makanan kepada tetangga yang kurang mampu
  6. Selalu hormat kepada tetangga yang lebih tua


7 Butir pedoman pengamalan sila ke-3 yang terdapat dalam 45 butir Pedoman Penghayatan dan pengamalan Pancasila :

  1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
  3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
  4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
  5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
  6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
  7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.


Contoh-contoh sikap Pengamalan Sila Ke-3 (Ketiga) Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1.  Menjaga persatuan dalam masyarakat
  2. Mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan
  3.  Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
  4. Cinta tanah air
  5. Bangga sebagai bangsa Indonesia
  6. Menjaga ketertiban dunia
  7. Membela tanah air
  8. Tidak memusuhi suku tertentu
  9. Bersedia kerjasama dengan semua suku yang ada di Indonesia 
  10. Mengikuti upacara peringatan Sumpah Pemuda 
  11. Menghargai kebudayaan daerah lain
  12. Bersedia berkorban untuk kepentingan bersama 
  13. Mendamaikan kelompok masyarakat yang bermusuhan
  14. Melaksanakan kegiatan yang meningkatkan persatuan 
  15. Menjaga ketertiban dunia
  16. Bersedia memenuhi panggilan untuk membela bangsa
  17. Mengutamakan persatuan dalam berdikusi
  18. Tidak menyebarkan rasa permusuhan dengan orang lain 
  19. Saling menghormati perbedaan suku
  20. Menjaga kedaulatan bangsa
  21. Tidak menghasut orang lain untuk saling bermusuhan 
  22. Tidak menyebarkan fitnah dalam masyarakat 
  23. Tidak menyebarkan kebencian
  24. Menumbuhkan rasa kebangsaan 
  25. Menjaga kerukunan dalam masyarakat
  26. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenangungan 
  27. Tidak menonjolkan perbedaan dalam pergaulan 
  28. Menghargai bahasa daerah lain
  29. Menjaga nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika 
  30. Menjaga persahabatan dengan semua teman
  31. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

11 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Sila Ke-4 (Keempat) Pancasila:

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
  5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
  6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
  7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa
  10. Menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
  11. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Contoh-Contoh Pengamalan Sila Ke-4 (Keempat) Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Mengadakan musyawarah untuk membuat keputusan bersama
  2. Tidak memaksakan kehendak saat bermusyawarah
  3. Mengembangkan suasana kekeluargaan dalam musyawarah
  4. Mengadakan rapat untuk membuat keputusan
  5. Menghormati keputusan rapat
  6. Melaksanakan keputusan rapat
  7. Mengikuti musyawarah dengan niat baik
  8. Membuat keputusan dengan memperhatikan kepentingan bersama
  9. Memberikan hak suara dalam pemilihan umum 
  10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat di DPR
  11. Tidak memaksakan orang lain memilih partai tertentu dalam pemilihan umum 
  12. Menyampaikan aspirasi masyarakat melalui Dewan Perwakilan Rakyat 
  13. Menjunjung nilai kebenaran dan keadilan dalam melakukan mufakat 
  14. Menggunakan akal sehat dan hati nurani dalam bermusyawarah
  15. Membuat keputusan berdasarkan mufakat 
  16. Mematuhi peraturan yang dibuat bersama
  17. Bersikap aktif dalam memberikan pendapat dalam rapat 
  18. Menggunakan hak suara dalam pemilu sesuai hati nurani 
  19. Turut serta dalam pemilihan ketua RT
  20. Tidak bersikap acuh tak acuh saat mengikuti rapat 
  21. Mengutamakan persatuan dan kesatuan dalam musyawarah
  22. Mengakui persamaan hak sebagai warga negara 
  23. Mengakui persamaan kewajiban sebagai warganegara 
  24. Mengakui persamaan derajat sebagai warganegara 
  25. Tidak melanggar keputusan yang dibuat bersama
  26. Tidak melanggar hak-hak kewarganegaraan orang lain 
  27. Memiliki i’tikad baik dalam mengikuti musyawarah
  28. Melaksanakan kewajiban sebagai warga negara menurut undang-undang 
  29. Mengakui undang-undang yang dibuat oleh DPR
  30. Melaksanakan peraturan pemerintah yang ditetapkan DPR


11 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Sila Ke-5 (Kelima) Pancasila:

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  4. Menghormati hak orang lain.
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
  9.  Suka bekerja keras.
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.


Contoh-contoh Pengamalan Sila Ke-5 (Kelima) Pancasila dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Berlaku adil terhadap sesama
  2. Menghormati hak orang lain atas dasar keadilan
  3. Suka bekerja keras
  4. Tidak berperilaku boros
  5. Tidak bergaya hidup mewah
  6. Suka berhemat
  7. Tidak melanggar peraturan yang berkaitan dengan kepentingan umum
  8. Tidak menyalahgunakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi
  9. Tidak merusak fasilitas umum 
  10. Tidak malas dalam bekerja 
  11. Menghargai hasil karya orang lain
  12. Tidak menggunakan mobil pribadi untuk kebut-kebutan di jalan raya 
  13. Tidak merusak lingkungan yang dapat membahayakan masyarakat 
  14. Melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk kepentingan bersama 
  15. Gotong royong membangun jalan
  16. Gotong royong membersihkan sungai
  17.  Membantu perekonomian masyarakat dengan memberikan pelatihan usaha 
  18. Memberdayakan potensi wisata desa
  19. Menjaga suasana kekeluargaan di lingkungan masyarakat 
  20. Tidak bersikap pilih kasih dalam pergaulan di masyarakat 
  21. Menolong orang lain untuk mandiri
  22. Berpartisipasi untuk membangun desa
  23. Tidak melakukan kegiatan yang dapat merugikan masyarakat sekitar 
  24. Memelihara fasilitas umum
  25. Gotong royong membangun jembatan
  26. Menggunakan hak dan melaksanakan kewajiban secara seimbang 
  27. Melindungi hak-hak orang lain
  28. Melakukan kegiatan untuk kesejahteraan bersama 
  29. Tidak melakukan pemerasan terhadap orang lain
  30. Tidak menimbulkan kebisingan yang dapat mengganggu tetangga


8. Selain menjadi pembuka UUD 1945 yang sering dibaca saat ini, isi dari naskah Piagam Jakarta atau sering pula disebut sebagai Jakarta Charter adalah sebagai berikut kecuali...
A. Ketuhanan Yang Maha Esa
B. Kemanusiaan yang adil dan beradab
C. Persatuan Indonesia
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
E. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Jawab :
A. Ketuhanan Yang Maha Esa

Isi dari naskah Piagam Jakarta atau sering pula disebut sebagai Jakarta Charter berikut ini :
1) Ketuhanan dengan kewajiban melaksanakan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3) Persatuan Indonesia.
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan/keadian.
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

9. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia sebagai dasar Negara Indonesia. Perumusan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dilakukan oleh ....
a. Mpu Prapanca
b. Mpu Tantular
c. Mpu Sapta
d. Mpu Dewayasa
e. Mpu Rama

Jawab :
B. Mpu Tantular

Perumusan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dilakukan oleh Mpu Tantular.
Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia sebagai dasar Negara Indonesia. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah "Berbeda-beda tetapi tetap satu".
Semboyan ini digunakan untuk* menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Prinsip-prinsip pada Bhinneka Tunggal Ika adalah :
1) Common Denominator
Yaitu mencari sebuah persamaan dalam perbedaan-perbedaan di dalam agama, sehingga semua rakyat dapat hidup di dalam keanekaragaman dan kedamaian dengan adanya kesamaan di dalam perbedaan tersebut.

2) Bersifat Inklusif
Yaitu segala kelompok yang ada haruslah saling memupuk rasa persaudaraan, kelompok mayoritas tidak memperlakukan sebuah kelompok minoritas ke dalam posisi terbawah, tetapi haruus hidup berdampingan satu sama lain.

3) Universal dan menyeluruh
Maksudnya setiap individu dilandasi oleh adanya rasa saling mencintai, rasa saling menghormati, saling mempercayai, dan rukun antar sesama.

4) Bersifat Konvergen
Maksudnya setiap masalah harus dicari satu titik temu yang bisa membuat semua kepentingan menjadi satu.

10. Pak RW melihat warganya membuang sampah sembarangan, akan tetapi Pak RW membiarkannya, jadi sikap Pak RW bertentangan dengan sila ke ...
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
E. 5

Jawab : B. Dua

Pak RW bertentangan dengan sikap Kemanusiaan. Sila Pancasila :
1) Kepercayaan kpd Tuhan YME, sikap menghormati dan menghargai antar umat beragama, kebebasan menjalankan ibadah, tidak memaksakan agama.
2) Memperlakukan manusia sesuai dg harkat dan martabatnya sebagai Makhluk Tuhan YME, sikap tenggang rasa dan tidak semena-mena (Sikap Kemanusiaan).
3) Persatuan dan Kesatuan Bangsa, rela berkorban, Cinta Tanah Air, suka Perdamaian.
4) Manusia mempunyai hak dan kewajiban yang sama, musyawarah, menerima hasil musyawarah.
5) Sikap Adil, Keseimbangan Hak dan Kewajiban, bekerja keras, menghargai Karya Orang lain.

11. Otonomi daerah (Otoda) ditetapkan oleh presiden dalam bentuk ...
a. Perpres
b. Kepres
c. PP
d. Perda
Jawab : C. PP

Otonomi Daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai *peraturan perundang-undangan*.
Daerah Otonom, selanjutnya disebut Daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas daerah tertentu berwenang mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

12. Peran Ir. Sukarno dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia
1) Membela bangsa indonesia
2) Berusaha menenangkan pertempuran di surabaya
3) Sebagai pembaca teks proklamasi
4) Sebagai pelindung indonesia
5) Bapak proklamator indonesia

13. Fungsi KY
Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU no 22 tahun 2004 yang berfungsi mengawasi perilaku hakim dan mengusulkan nama calon Hakim Agung.

14. Seorang nenek bersemangat memunguti sampah satu demi satu. Ada orang lain melihat nenek tsb. Dan merasa tergerak dan mendekati nenek agar nenek menyudahi pekerjaannya. Sikap sosial yg dapat diambil dr peristiwa itu adalah..
a. Belas kasihan
b. Iba
c. Tolong menolong
d. semangat

Jawab : C. Tolong menolong

  1. Sikap Sosial yang dapat diambil dari peristiwa tersebut adalah Saling Tolong Menolong. Sikap saling Tolong Menolong sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia dan sudah ada sejak zaman nenek moyang.
  2. *Gotong Royong* merupakan pengalaman Pancasila sila ke 3 dan 5. Sila ketiga berbunyi *Persatuan Indonesia*, tanpa adanya persatuan mustahil akan terlaksana gotong royong juga kerja bakti. Sedangkan Sila Kelima berbunyi *Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia*, mengembangkan perilaku atau perbuatan yang sifatnya luhur dimana perbuatan tersebut merupakan cerminan sikap juga suasana kekeluargaan serta *Gotong Royong*. Dimana salah satu butirnya (menurut ketetapan MPR No. II/MPR/1978 dan MPR No. I/MPR/2003) adalah Gotong Royong.


15. Nilai-nilai dan moral yang terkandung dalam Pancasila beserta contoh perilaku terkait!

a. Sila pertama “Ketuhanan yang Maha Esa“
Memiliki nilai Ketuhanan, sila pertama ini memiliki kandungan moral bahwa setiap orang wajib untuk mengakui dan memuliakan Tuhan Yang Maha Esa (Tuhan yang Maha berdiri sendiri / Tuhan yang hanya satu)

Contoh Perilaku yang sesuai :
a. Berusaha menjadi anak yang shalih shalihah atau menjadi anak yang dekat kepada agama serta berbakti kepada ke dua orangtua.
b. Mengajarkan nilai-nilai religius akan Ketuhanan Yang Esa.
c. Mengajak teman untuk shalat berjamaah.
d. Saling menghormati teman yang berbeda agama.
e. Menjaga keharmonisan antar umat beragama.
f. Membiarkan orang lain menjalankan kepercayaan dan keyakinannya sendiri.
b. Sila kedua “Kemanusiaan yang adil dan beradab“

b. Memiliki nilai Kemanusiaan, sila kedua ini memiliki kandungan moral bahwa setiap orang wajib untuk mengakui dan memperlakukan semua dan setiap orang sama tanpa alasan dan diskriminasi.

Contoh Perilaku yang sesuai :
a. Tidak bersikap sewenang-wenang terhadap adik sendiri.
b. Bertingkah penuh sopan dan santun terhadap orangtua.
c. Gemar membantu teman-temannya yang berada dalam kesusahan.
d. Mentraktir teman untuk makan di kantin.
e. Membela orang-orang yang ditindas.
f. Menegakan HAM sesuai porsinya.
c. Sila ketiga “Persatuan Indonesia“

c. Memiliki nilai Persatuan, sila ketiga ini memiliki kandungan moral bahwa setiap orang wajib untuk menjunjung tinggi dan mencintai tanah air, bangsa, dan negara Indonesia, ikut memperjuangkan kepentingannya, mengambil sikap yang solider dan layak terhadap sesama warga negara.

Contoh Perilaku yang sesuai :
a. Tidak mudah bertengkar di dalam rumah.
b. Senantiasa menjaga amarah dan emosi.
c. Berteman dengan siapa saja.
d. Menghindari perbuatan tawuran antar sekolah.
e. Tidak menciptakan kelompok-kelompok yang dapat menyebabkan disintegrasi nasional.
f. Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan individu maupun kelompok.
d. Sila keempat “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan“.

d. Memiliki nilai Kerakyatan, sila keempat ini memiliki kandungan moral bahwa setiap
orang wajib untuk ikut serta dalam kehidupan politik serta pemerintahan negara Indonesia. 

Contoh Perilaku yang sesuai :
1) Tidak memaksakan anggota keluarga yang lain untuk berperilaku di luar kemampuannya.
2) Menjadi kepala keluarga yang penuh tanggung jawab dan kasih sayang.
3) Melakukan musyawarah OSIS dengan musyawarah.
4) Memilih pengurus-pengurus kelas secara arif.
5) Melakukan Pemilu dan Pilkada.
6) Tidak melakukan Black Campaign.

e. Sila kelima “Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia“.Memiliki nilai Keadilan, sila kelima ini memiliki kandungan moral bahwa setiap orang wajib untuk bersifat adil, berjiwa sosial, memberikan sumbangan yang wajar sesuai dengan kemampuan dan kedudukan orang-perorang masing-masing kepada negara demi terwujudnya kesejahteraan lahir dan batin bagi seluruh rakyat Indonesia.

Contoh Perilaku yang sesuai :
1) Menghargai seluruh hak-hak setiap komponen keluarga.
2) Menjalankan kewajiban di rumah sebaik mungkin.
3) Menjadi ketua kelas yang amanah dalam mengemban tugas.
4) Bersikap adil terhadap junior kelas.
5) Menjadi penguasa yang pro rakyat bukan justru pro terhadap asing maupun para kapitalis.
6) Hidup sewajarnya saja tidak berlebihan.

Untuk sambungan FR selanjutnya ada di artikel FR TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) CPNS 2020 Part II

Posting Komentar untuk "FR TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) CPNS 2020 "